To Bully or to be Bullied

“HAMPIR semua orang pernah mengalami di-bully (atau berusaha ingin mem-bully, bila ada kesempatan untuk itu) saat berada di lingkungan sekolah atau saat bergaul dengan teman sebaya. Entah karena mereka menikmati perasaan DITAKUTI ataukah murni hanya karena hal tersebut terasa MENGGEMBIRAKAN (exciting) layaknya sebuah permainan.
Tidak bisa dipungkiri, salah satu keinginan manusia adalah untuk dianggap penting, dianggap signifikan, dianggap mendominasi, dianggap berkuasa dan dianggap punya pengaruh. Bisa jadi, bully adalah salah satu cara paling awal bagi manusia-manusia muda untuk merealisasi keinginannya tersebut. Karena susah untuk ‘mem-bully secara positif’ lewat prestasi dan hal-hal yang patut dibanggakan, akhirnya malah memilih jalan yang paling gampang; mem-bully dengan patokan fisik, perangai, keberanian yang salah dan sebagainya yang tidak patut.”
[]

Tell me something...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s