Upil

SAYA bukan seorang penulis blog andal, yang mampu menghasilkan buah pikiran dalam bentuk tulisan semudah mengupil, ya, semudah mengacungkan kelingking kiri untuk kemudian ditancapkan ke dalam liang hidung dan doing the rest. Tapi, kadangkala, upil yang terbentuk terasa sangat mengganggu, jadi tanpa mempedulikan keadaan sekitar, aktivitas ekskavasi upil pun dilangsungkan. Dalam hal ini, ada yang menggedor pikiran untuk segera dikeluarkan, lewat tulisan (ya ga mungkin dikeluarkan lewat kentut).

Walaupun begitu, upil tetaplah upil. Ga ada nilainya, persis seperti postingan blog yang ini.
Yang jelas, karena logikanya hanya seseorang yang mampu menikmati aktivitas mengupilnya sendiri (and in some cases, enjoying their own upils too), harusnya hanya saya yang mampu, berhak dan bersedia menikmati proses penulisan posting blog yang sebenarnya pointless ini. Harusnya loh ya.
[]

Tell me something...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s