“Fascinating Summerinda”: Conceptually Challenged

SENANG rasanya, waktu pertama kali melihat selebaran promosi event “Fascinating Summerinda” sekitar akhir Januari lalu. Begitu lihat, langsung date marking 12-15 Februari saking pengin tahunya. Mempersiapkan diri untuk datang, terlepas dari revisi tanggal penyelenggaraan yang mundur sepekan, maupun komentar seorang teman yang bilang: “Summer is on April, tho’.”😀 Maklum, cukup tahu dari tajuk dan desainnya saja, muncul bayangan bahwa event tersebut bakal berbeda dibanding acara-acara yang pernah ada di kota ini. Event yang hipster. Something edgy and imaginably new.

Dalam selebaran itu, tertulis bahwa “Fascinating Summerinda” would be a pioneer event in Samarinda dalam bentuk fashion & food bazaar. Langsung teringat dengan event-event serupa yang cukup nge-hit di pulau Jawa. Sebut saja Market Museum, Brightspot Market, JFFF, Eat Art Loud, dan sejenisnya.

source: Twitter @FelixJsn

 

source: Twitter @FelixJsn

Bukan bermaksud membandingkan, atau memasang ekspektasi yang terlampau tinggi, namun penyelenggaraan “Fascinating Summerinda” setidaknya diharapkan mampu memberi nuansa berbeda bagi kalangan muda di Samarinda. Menjadi sebuah media yang menawarkan gaya hidup alternatif dan memperluas perspektif, yang barangkali selama ini baru bisa dinikmati di luar pulau dan masih kerap dianggap unreachable. Misalnya, local brand clothing, termasuk sepatu, tas, dan apparel accessories, atau pop-up store yang selama ini menjadikan Instagram sebagai etalase virtual, organic juicescookies and pastries, dan sebagainya. Terlebih dengan segmentasi sasaran anak muda, it’d be the most happening hangout spot at that moment.

Harapan itu rupanya makin melambung setelah tanya sana sini. Sebab kabarnya, sang empunya acara; Market Venue Indonesia (MAVE) adalah sekumpulan cewek Samarinda yang bersekolah di Australia (CMIIW). Bisa diasumsikan bahwa mereka berani, punya visi dan konsep, dan idealisme, tergantung pada apa tujuan utama penyelenggaraan “Fascinating Summerinda” sebagai target mereka. I should’ve emailed them directly for this but… konon mereka ingin menyelenggarakan “Fascinating Summerinda” dengan atmosfir yang sama seperti bazar di Australia.

Dibuka pada 12 Februari, baru berkesempatan datang ke acara di hari kedua. Jumat petang, setelah hujan.

Lokasi bazar—pelataran GOR Segiri—memang merupakan salah satu area terbuka yang menjadi langganan beragam kegiatan; dari konser sampai pameran pembangunan, juga tempat latihan hingga Pasar Ramadan. Sesuai dugaan, ada tenda yang berdiri di salah satu sisi lapangan. Mungkin karena minimnya sumber daya yang tersedia di kota ini, tenda rentalan yang digunakan terlihat biasa saja. Tapi ini tentu bukan masalah. Hanya saja, minimnya ornamen penanda “Fascinating Summerinda” di luar tenda bikin lack of visual appeal. Menjadikan tenda yang biasa, makin tampak biasa.

Mulai memasuki area, pengunjung dihadapkan pada jejeran stan. Dari pintu masuk, didominasi gerai busana, aksesori, barang-barang lain, termasuk parfum, dan kosmetik. Mulai terasa kurang pas, saat pengunjung menemukan stan perusahaan berbasis mesin dan teknik—yang saat itu sedang sepi tanpa aktivitas berarti, bahkan ada stan instansi pemerintahan. Terkesan mirip pameran Pemkot pada umumnya. Ada pula area stan yang kosong, entah tidak diisi atau sengaja ditinggalkan.

Di sisi lain, desain stan secara umum hanya berupa cubicle dengan sekat biasa beralas palet yang sedikit lebih tinggi dari lantai. Hanya stan-stan tertentu yang tampil lebih luas. Dilihat dari komponennya, bisa dipastikan cubicle yang digunakan lazim dipakai dalam kegiatan sejenis.



Salah satu lorong.


Bisa jadi gara-gara hujan sebelumnya, pengunjung kala itu menghadapi situasi seperti ini di hampir sebagian besar area bazar. Akan tetapi, sepanjang menyusuri lorong bagian mode, tidak banyak ditemukan brand-brand lokal yang tergolong hipster. Hanya sempat terlihat label “House of Socialite” sebagai salah satu merk yang cukup populer di Samarinda. Selebihnya, pengunjung tidak menemukan label “Treasure”, “Legacy”, dan lainnya yang telah dikenal memiliki toko dengan tampilan bernuansa industrialis kece. Tagline pionir untuk fashion bazaar pun agaknya meleset. Kendatipun begitu, kepiawaian panitia menggaet sejumlah penyewa stan patut diapresiasi. Menjadi modal untuk event selanjutnya, dengan catatan: it has to be mutual.

Mendekati bagian belakang, keriuhan mulai terasa. Ternyata, ada area bermain anak-anak. Lagi-lagi sesuatu yang tak terduga. Area tersebut penuh konsumen cilik, dengan penjagaan orangtua masing-masing.



Playground area.

Kejutan berlanjut. Tak jauh dari area permainan anak, telah dikondisikan semacam mini food hall. Yakni deretan bangku meja menghadap panggung musik dan dikelilingi stan-stan makanan.

Dari pengamatan, lebih banyak stan yang menjual kudapan dan minuman ringan, ketimbang makanan berat. Tidak sedikit di antaranya populer lewat Instagram, ada juga yang telah memiliki restoran ternama. Respons pengunjung pun beragam. Banyak yang memborong kue, jus, es krim dan sebagainya, tak sedikit pula yang bersantap di tempat. Dengan gambaran ini, boleh dibilang penjualan makanan di “Fascinating Summerinda” jauh lebih menggembirakan dibanding lainnya. Banyak juga pengunjung yang bersantap sambil berdiri, enggan bergabung atau tak kebagian tempat.

Satu catatan penting, banyak produk makanan dan minuman yang tergolong hipster diserbu pengunjung. Bahkan sampai mengantre dan sold out. Baik yang selama ini hanya dijual via PO seperti crepes penggugah selera dan jus dengan kemasan unik, maupun yang benar-benar tampil berbeda macam Ben’s Food Truck. Pada bagian ini, baru terasa hipster-nya. Suasananya tidak kalah dengan bazar serupa di kota-kota besar lainnya. A pioneer indeed! 👍👍👍 Alangkah lebih keren lagi, jika suasana serupa terjadi pula di area busana. Ketika pengunjung tidak pulang membawa camilan saja.

Setelah acara perdana mereka usai, saya yakin tim MAVE pasti punya mekanisme evaluasinya sendiri. Mereka telah mencatat semua kelemahan penyelenggaraan, sebagai pengalaman untuk ke depan. Sedikit saran dari saya; please mind Your goals, Your concepts, Your network, and Your concern.

• Apa yang ingin dicapai? Branding yang penting bisa kembali modal? Trendsetting? Nge-cuan saja? Atau menciptakan gaya hidup baru?

• Ingin dicapai dengan konsep apa? Bazar seperti yang telah dijalankan? Hipster Market? Pop-up Kiosks? Fashion and Food Cluster? Atau menempel pada acara-acara besar lainnya, seperti Festival Mahakam, Mahakam Jazz Fiesta, Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, dan sebagainya.

Konsep jelas berpengaruh pada packaging dan desain penyajian. Misalnya, dengan Warehouse Bazaar, tidak perlulah menyewa tenda tipikal. Manfaatkan gudang, gedung kosong, atau sejenisnya, libatkan komunitas graffiti untuk perubahan tampilan. Segmentasinya jelas untuk yang berjiwa muda.

• Dengan tujuan dan konsep yang pasti, akan lebih mudah menentukan produk yang cocok dijual. Membuatnya lebih classy dan fokus. Jelas lebih baik ketimbang mencampur semua jadi satu. Untuk itu, bisa memanfaatkan jaringan. Who’ll be invited? Pilih mana, jumlah vendor terbatas dan produk eksklusif tapi laris manis, atau semua jadi satu dengan risiko tidak laku?

Melanjutkan contoh sebelumnya, segmentasi untuk yang berjiwa muda bisa diisi dengan customized tee, jeans, Vape, skating equipment, sampai burger, hot dog, french fries, shakes, dan lainnya.

• Setelah semua hal-hal teknis di atas terkover, barulah memikirkan concern. Bakal seperti apa ke depannya? Hubungan baik dengan semua pihak, para tenants, tim kebersihan dan keamanan, tren dan aspirasi konsumen. Sampai urusan rekrutmen.

Oops

Maaf kalau saya lancang berteori😛. Sebab pada kenyataannya, I don’t even have a slightest clue of how hard You guys had done. Yang pasti, tulisan ini adalah bentuk apresiasi kepada MAVE dengan “Fascinating Summerinda” terlepas dari segala kekurangannya. Mereka telah berani memulai sesuatu, yang tak mustahil bisa menginspirasi banyak orang untuk lebih kreatif.

Bagaimanapun juga, selalu ada awal dari segala hal. Semoga event berikutnya bisa lebih baik, lebih hipster, lebih terasa faedahnya, dan lebih menyenangkan.

[]

“Fascinating Summerinda” on Instagram: mave.id

3 thoughts on ““Fascinating Summerinda”: Conceptually Challenged

Tell me something...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s